(0291) 291 2998 kudus@syakirawisata.com

Dalam tulisan kali ini anda akan dibawa untuk Sejenak Mengenal Eksistensi Bandara King Abdul Aziz Jeddah terutama dari sudut pandang dalam Melayani Jamaah Umroh. Bandara King Abdul Aziz sudah semenjak lama dikenal sebagai bandara internasional sekaligus sebagai Bandara utama Pemeritah Saudi dalam melayani jamaah haji dan umroh.

Berlokasi 19 kilometer dari kota Jeddah, bandara yang disebut- sebut mempunyai keindahan dari kemudahan yang disediakan dari  otoritas bandara. Meskipun dalam sejumlah survey menuliskan bahwa bandara ini adalah salah satu dari 10 bandara terjelek di dunia, namun eksistensi nya paling vital. Terutama untuk para jamaah haji dan umroh.

Gagasan nama bandara ini diambil dari nama Raja Arab Saudi yang kesatu yakni Raja Abdul Aziz. Bandara yang dimulai pada bulan April tahun 1981 ini mempunyai kapasaitas 30 juta penumpang masing-masing tahunnya. Pertumbuhan dengan pembaharuan yang dilaksanakan mulai dari tahun 2006 lalu.

Saat ini sejumlah fasilitas ekstra bandara mulai dibangun,  antara lain pembangunan rel kereta api dengan kecepatan tinggi dan terminal baru supaya tidak terjadi kepadatan pengunjung di bandara King Abdul Aziz.

Bandara king abdul aziz saat sore datang laksana tengah bersolek dengan keindahan tersendiri.  Bila dicermati dengan saksama. Panorama sore menjadi keindahan dan pesona tersendiri untuk para jamaah yang transit ke bandara yang satu ini. Menampilkan sisi estetis dan mengagumkan saat sore datang dengan matahari berawarna kuning kemerahan.  Pemandangan estetis juga dapat disaksikan dari atas bandara, tampak deretan tenda- tenda yang berjajar rapi seakan lembayung senja bersembunyi dibaliknya.

Terminal yang terdapat dibandara King Abdul Aziz

Salah satu bangunan yang menciptakan bandara king abdul aziz menjadi eksis ialah beberapa terminal yang ada disana. Secara umum bandara King Abdul Aziz Jeddah mempunyai 3 terminal utama dan 1 terminal VVIP. Terminal Utara (North) di bandara Jeddah digunakan hampir semua maskapai penerbangan asing. Tak terkecuali penerbangan umroh memakai maskapai asal timur tengah seperti Emirates, Etihad, dan Oman Airways.

Terminal yang kedua dinamakan sebagai Terminal Selatan (South) merupakan terminal yang khusus dipakai secara exclusive oleh maskapai tuan rumah, Saudi Arabian Airlines. Namun semenjak tahun 2007 Maskapai penerbangan swasta Arab Saudi,  Nas Air dan Sama Airlines diberi izin untuk menggunakan terminal ini. Terminal ini pun dipergunakan sebagai sebagai hub atau penghubung utama Saudi Arabian Airlines ke 90 destinasi diseluruh dunia.

Terminal Ketiga dinamakan sebagai Terminal Haji di Bandara King Abdulaziz Jeddah. Terminal ini secara eksklusif  dibangun guna mengakomodir jumlah jamaah haji dan umroh dari penjuru dunia yang terus meningkat. Diluar musim haji sebagian terminal ini juga depergunakan untuk penerbangan umroh.

Fasilitas yang ditawarkan di Terminal Haji yang dapat dinikmati jamaah haji dan umroh mencakup area sholat, lokasi istirahat, ATM, pertukaran mata uang, kantor pos, minimarket, restoran, meja informasi umum, loket informasi penerbangan, sampai klinik medis.

Maskapai yang melayani penerbangan dari Terminal Haji Bandara King Abdulaziz Airport Jeddah ialah Air France, Air India, Alitalia, Bangladesh Biman, British Airways, Egypt Air, Ethiopian Airlines, Garuda Indonesia, Kuwait, Royal Brunei Airlines, Royal Jordanian, Saudi Arabian Airlines (beberapa destinasi tertentu dan penerbangan chartered), Scoot Airlines, Turkish Airlines, Air Asia dan tidak sedikit lain nya.

Pelayanan Jamaah Haji dan Umroh di Bandara King Abdul Aziz Jeddah

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Makkah News, terminal haji (dan umrah) di Bandara King Abdul Aziz Jeddah memiliki luasan 510 ribu meter persegi, atau selama 51 hektare. Terminal haji di sisi sudut  timur bandara memiliki luasan 90 hektare, sedangkan tempat Parkir lapangan penerbangan dapat menampung pesawat terbang sejumlah 26 unit, beberapa tergolong jenis  pesawat berbadan lebar seperti Airbus 380 dan Boeing 747.

Di samping itu, tesedia juga 10 jembatan elektronik, 2 airbridge  khusus lansia dan 142 counter imigrasi, 120 counter pembagian hadiah dari Raja Salman untuk jemaah haji, 40 mushalla dan 123 café dan restaurant serta fasilitas lainnya telah dipersiapkan eksklusif guna melayani  jemaah haji dari Tanah Suci.

Meskipun demikian bila dibandingkan dengan Bandara Internasional Soekarno Hatta saja , Bandara ini jauh terbelakang baik dari segi fisik dan tekhnologi. Beberapa jamaah Syakira Wisata menyerupakan bandara ini dengan Bandara Kemayoran tempo dulu. Itupun masih dengan sejumlah keunggulan Bandara Kemayoran di sana-sini.  Seperti shuttle bus yang modern dan bisa menampung wisatawan dengan jumlah besar, penerangan yang lebih dari lumayan  dan luas ruang tunggu yang paling mencukupi pada masa kejayaannya.

Bandara king Abdul Aziz, untuk  Jamaah haji dan Umrah cerita yang berkembang memiliki sebutan sebagai bandara yang tidak cukup ramah. Setidaknya untuk pemeriksaan  passport sampai pengambilan bagasi memakan masa  yang dapat dikatakan tidak sebentar. Bahkan dari beberapa cerita jamaah  kami dalam group jamaah umroh dan haji,  hal imigrasi dan bagasi bisa memakan waktu sampai 7 jam

System yang digunakan boleh dikata sangat tradisional, bila dikomparasikan dengan Bandara International Prince Mohammad bin Abdul Aziz Madinah. Meskipun, terdapat ungkapan bawa perjalanan Ibadah semestinya dibutuhkan kesabaran yang berlebih, tetapi kondisi ini dapat diminimalisir bila saja, pihak Bandara mengerjakan sejumlah perbaikan dalam segi pelayanannya.

Penerbangan Umroh dengan tiba di Bandara Jeddah menjadi salah satu opsi, sebab harga paket umroh bisa ditekan seiring dengan penerbangan umroh landing Jeddah. Perjalanan dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah mengarah ke Kota Suci Makkah memakan waktu selama 1 jam, sedangkan mengarah ke kota suci Madinah selama 6 sampai 8 jam. Keduanya memakai moda transportasi darat.

Sejenak Mengenal Eksistensi Bandara King Abdul Aziz Jeddah ini semoga menjadi bahan pertimbangan sekaligus motifasi bagi calon jamaah umroh yang berdomisili di kabupaten kudus, pati, jepara dan sekitanya yang akan mendatangi Kota Suci Makkah dan Madinah. Hal  ini supaya anda mempersiapkan jasmani dan rohani serta tidak tertinggal informasi.