(0291) 291 2998 kudus@syakirawisata.com

Melaksanakan rukun Islam yang kelima atau penyempurna rukun Islam ini ialah cita – cita semua umat muslim di Dunia. Banyak kisah jamaah haji atau umroh yang rela menantikan momentum ini dan menyimpan hasil jerih payahnya bertahun – tahun guna beribadah tanah suci.

selfie keluarga di depan gambar ka'bah

Tidak heran, seorang yang sudah sampai ke tanah suci memiliki rasa bangga dan kebahagiaan tersendiri. Penantian yang panjang akhirnya bisa terlaksanakan dengan mengunjungi kota suci yang paling berharga untuk umat islam, yakni Kota Suci Makkah.

Dengan pertumbuhan teknologi yang semakin memudahkan kehidupan manusia. Tidak melulu dalam urusan berkomunikasi tetapi mempermudah guna mengabadikan memori berharga lewat sebuah foto. Banyak orang baik remaja maupun orang dewasa yang memiliki hobi untuk ber-swafoto. Dimanapun atau kapanpun, destinasi utamanya guna mengenang baik untuk memori diri sendiri atau untuk “diumumkan” pada orang terdekat.

Namun hobi ber-swafoto atau yang biasa di sebut selfie ini, sekarang telah semakin banyak menjadi sebuah keharusan bahkan kebutuhan. Mereka tidak melulu mengabadikan moment berharga, tetapi meng-upload di sosial media miliknya guna dikabarkan untuk khalayak luas.

Kegemaran berfoto ria ini seakan tidak mempunyai batas wilayah, dimanapun, dirumah, lokasi kerja, sekolah dan sebagainya. bahkan sering ada yang ber-selfie saat sedang beribadah. Salah satunya yaitu saat beribadah di tanah suci, selfie di depan ka’bah.

Hal-hal Negative Ketika Selfie di depan Ka ‘bah

Tidak jarang sebagian besar jamaah haji atau umroh yang mengambil potret diri sendiri atau selfie, dengan pasangan atau family di depan ka ‘bah. Kegiatan itu tentu saja dapat  menganggu kekhusyu’an  jamaah yang sedang mengerjakan ibadah di tanah suci.

Banyak jamaah yang ber-swafoto atau mengabadikan melalui  video di depan ka ‘bah yang menjadi lokasi idola para jamaah haji dan umroh. Hal ini sangat menyulitkan posisi jamaah umroh maupun haji lain nya, khsusnya mereka yang sedang mengerjakan tawaf atau berkeliling disekitar ka’bah. Apalagi andai hal ini dilaksanakan ketika bulan suci ramadhan yang menjadi bulan idola untuk umat muslim di dunia menjalani ibadah umroh. Karena tidak sedikit keutamaan didalamnya. Sehingga tidak sedikit orang pasti memenuhi area thawaf dan seluruh bagian di Masjidil Haram.

Jika Anda maupu keluarga mempunyai rencana untuk menunaikan ibadah haji atau juga umroh, usahakan sedapat mungkin  memikirkan sejumlah hal sebelum mengambil potret di depan ka ‘ bah. Seorang yang sedang asik mengambil potret maupun video di dekat ka ‘bah bakal merepotkan semua jamaah lainnya. Hal ini bakal mempersulit prosesi tawaf, mengakibatkan saling berbenturan antar jamaah, bahkan menganggu jamaah lain nya,  terlebih yang sudah berusia lanjut atau berkebutuhan khusus.

Rahasiakan Ibadah

Dengan kecanggihan teknologi yang ada, Hampir setiap manusia tidak dapat terlepas darinya. Media sosial pun menjadi salah satu keniscayaan dengan bentuk yang terus bermunculan dari pertumbuhan teknologi. Dalam media sosial anda dengan gampang akan memahami apa saja kegiatan yang dilaksanakan seseorang. Bila disaksikan lebih dalam lagi, akan tidak sedikit kita temui foto- potret orang yang sedang mengerjakan ibadah umroh atau ibadah haji di tanah suci.

selfie di depan ka'bah bolehkah?

Banyak aspek atau sudut pandang niat yang jamaah haji dan umroh  itu mengunggah fotonya saat berada di tanah suci. Ada yang bertujuan guna berbagi kenang – kenangann, ada pun yang hendak membagikan informasi bagaimana lokasi disana, tetapi tidak banyak juga yang mengupload potret dirinya hanya sebagai ajang pamer. Na’udzubillahimindzalik

Meskipun tidak bertujuan sebagai  pamer atas kebahagian yang diraihnya, usahakan untuk benar – benar menghindari mengunggah selfie  ketika ditanah suci. Hal ini dilaksanakan sebagai upaya mengontrol pahala dari ibadah anda. Jangan sampai pahala kemabruran dan kemaqbulan yang di dapatkan dengan perjuangan yang tidak mudah menjadi hal yang bakal sia –sia disebabkan sifat pamer dan riya’ yang barangkali terdorong dibisikan setan.

Saran kami, Cukup jadikan moment selfie di depan ka’bah sebagai pengingat bahwa kita pernah diberikan nikmat Allah dapat beribadah di Masjidil Haram. kita pernah sampai, berdo’a, bersimpuh, memohon, dan berjanji untuk Sang Maha Pencipta langsung di depan “Rumah NYA”. Sehingga segala perilaku di tanah air semestinya senantiasa terjaga demi kemabruran haji atau kemaqbulan umroh.

Itulah Beberapa Hal yang dapat di jadikan acuan atau pertimbangan sebelum swa-foto atau  selfie di depan ka ‘bah. Semoga artikel dapt ini bermanfaat sebelum menunaikan rangkaian ibadah haji atau umroh.