(0291) 291 2998 kudus@syakirawisata.com

Mendaki Jabal Nur dan menapaki jejak Rasulullah di Gua Hira merupakan wisata religi untuk mengetahui tentang jejak Rasulullah ketika pertama kali menerima wahyu di Gua Hira. Jabal Nur adalah bukit dengan tinggi 642 meter yang menjadi salah satu tempat penting Mekkah. Disanalah ada Gua Hira tempat Rasulullah menerima wahyu pertamanya pada tanggal 17 Ramadhan atau bertepatan dengan tanggal 6 Agustus 610 M.

Di sekitar Jabal Nur tidak terdapat tumbuhan apapun dan hanya ada bebatuan besar. Untuk jama’ah yang akan menuju Gua Hira membutuhkan waktu sekitar 2 jam dan keadaan sangat sunyi dan senyap sehingga membuat susana menjadi lebih menakutkan.

Mendaki Jabal Nur dan Menapaki Jejak Rasulullah Di Gua Hira

Jabal Nur atau bukit cahaya adalah bukit yang tinggi dan selalu menjadi tempat yang banyak didatangi jama’ah haji maupun umroh karena Gua Hira terletak di Jabal Nur. Gua Hira sendiri adalah tempat di mana Rasulullah menerima wahyu untuk pertama kali yaitu Al-Qur’an surah Al-‘Alaq ayat 1-5. Dan untuk pertama kalinya Rasulullah bertemu dengan Malaikat Jibril.

Untuk mendaki Jabal Nur terbilang sulit karena meskipun tidak terlalu tinggi akan tetapi bukit ini kemiringannya cukup tajam yaitu 60 derajat. Dibutuhkan kehati-hatian saat mendaki Jabal Nur. Rasulullah ketika berusia 40 tahun harus mendaki jabal Nur dan menyendiri di Gua Hira. Ketika itu Rasulullah merasa gelisah yang begitu hebat sehingga harus menuju ke puncak gunung terjal, sampai akhirnya Alloh menurunkan wahyu untuk Rasulullah.

Jarak yang di tempuh untuk mendaki Jabal Nur dan menapaki jejak Rasulullah di Gua Hira cukup jauh yakni 50 samapai 60 meter. Banyak yang ketika mendaki sambil diselangi istirahat, karena rasa lelah yang mereka alami. Orang mengambil nafas sejenak dan meneruskan lagi perjalanan sambil membungkuk dengan tangan berada dilutut, meskipun sudah dibantu dengan anak tangga yang dibuat dengan semen seadanya.

Setelah sampai di puncak, jama’ah akan berjalan lagi sekitar 300 meter untuk menuju Gua Hira. Ketika berjalan dianjurkan untuk menggunakan tongkat sehingga membantu keseimbangan. Dibutuhkan kondisi fisik dan stamina yang prima, dan bawalah air untuk meminum disela – sela waktu istirahat. Setelah sampai di Gua Hira jama’ah biasanya mengantri sepanjang 3,5 meter, lebarnya 1,5 meter, dan tingginya 1,6 meter.

Di dalam Gua hanya muat 4 sampai 5 orang yang melakukan sholat, beroda, dan berdzikir. Dengan mendaki Jabal Nur dan menapaki jejak Rasulullah di Gua Hira akan dapat merasakan seberapa hebatnya Rasulullah dan Khadijah. Yang dulu akses jalan menuju Jabal Nur pasti terbilang sangat berat, dan Rasulullah selama lima tahun sering menuju Gua Hira untuk menyendiri dari kehidupan kota Mekkah yang masih banyak orang bermaksiat.

Khadijah binti Khuwalid dikatakan hebat juga karena ketika malam hari yang sangat gelap Beliau sering mengunjungi Rasulullah di Gua Hira untuk menagntarkan bekal makanan. Dengan mendaki Jabal Nur dan menapaki jejak Rasulullah di Gua Hira kita dapat mengetahui bahwa dari sinilah sejarah Islam bermula. Jadikan mendaki Jabal Nur sebagai wisata religi untuk ikut merasakan perjuangan Rasulullah dalam menerima wahyu pertama dalam Surat Al ‘Alaq 1-5 .

Bagi jamaah yang memiliki stamina yang prima jangan lupakan untuk mendaki Jabal Nur ketika Anda melaksanakan haji maupun umroh. Karena yang terpenting dengan Mendaki Jabal Nur dan menapaki jejak Rasulullah di Gua Hira Anda akan merasakan arti sebuah perjuangan dan melihat indahnya ciptaan Allah. SWT. Jangan pernah Anda ketika mendatangi tempat-tempat tersebut kemudian Anda melakukan hal yang tidak baik atau bahkan melakukan ritual-ritual di luar syariat Islam.