(0291) 291 2998 kudus@syakirawisata.com

Masjid Jum’ah di Madinah merupakan salah satu bangunan masjid bersejarah umat muslim. Masjid ini terletak di kawasan Al Jomah, Madinah. Jaraknya sekitar 6km dari Masjid Nabawi. Hanya 500m dari Masjid Quba’. Tepat di sudut perempatan jalan, dan didominasi warna putih.

Dari tiga kota suci bagi umat muslim, selain Makkah dan Palestina. Kota Madinah termasuk salah satu diantaranya. Seperti yang ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

“Sesungguhnya Ibrahim telah menjadikan Kota Makkah sebagai tempat suci dan berdoa untuk kebaikan penduduknya. Dan, sesungguhnya aku menjadikan Madinah sebagai kota suci sebagaimana Ibrahim menjadikan Makkah sebagai tempat suci. Sesungguhnya aku berdoa untuk kebaikan sha’-nya dan mud-nya sebagaimana yang didoakan Ibrahim untuk kebaikan penduduk Makkah.” (HR Muslim).

Kota Madinah sebelumnya bernama Yatsrib. Namun setelah Rasulullah SAW Hijriyah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Nama kota Yatsrib diubah menjadi Madinah Al-Munawwarah yang artinya kota yang bercahaya.

Letak Masjid Al Jum’ah sendiri cukup mudah dijangkau. Dengan ciri khas menara menjulang tinggi, dan satu kubah utama yang diapit empat kubah kecil. Berbeda dengan Masjid Quba’ yang memiliki empat menara. Masjid Jum’ah memiliki satu menara yang runcing seperti ujung pensil. Sedikit sekali informasi tentang masjid ini.

Pemandangan Masjid Quba dari Masjid Al Jum’ah Madinah

Bagi anda umat muslim, sangat penting mengetahui sejarah Masjid Jum’ah Makkah. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa informasi singkat tentang Masjid Jum’ah. Semoga menambah pengetahuan anda.

Mengenal Lebih Dekat Masjid Jum’ah di Madinah 

1. Sejarah

Sejarah singkat masjid ini. Ketika hari senin 12 Rabiul Awal tahun 1 Hijriah. Rasul berhijrah dan singgah di Quba selama empat hari. Pada jumat pagi atau tanggal 16 Rabiul Awal, beliau melanjutkan perjalanan ke Madinah. Tidak jauh dari Quba, waktu shalat Jum’at telah tiba. Akhirnya Rasul beserta rombongan pun shalat di Wadi Rauna. Sholat tersebut merupakan Sholat Jum’at berjamaah yang pertama kali dilakukan. Kutbah yang disampaikan Rasul, juga merupakan Kutbah Jum’at pertama.

Sebab, sebelumnya Rasul kesulitan melaksanakan shalat Jum’at berjamaah karena tekanan dan penindasan dari Kafir Quraisy terhadap kaum Muslim. Ditempat Rasul dan Rombongan sholat Jum’at berjamaah itulah dibangun Masjid Jum’ah Madinah. Atau yang biasanya di sebut Masjid Al-Jum’ah. Keberadaan Masjid Jum’ah Makkah cukup penting dalam sejarah Islam. Sayangnya, tidak diketahui secara pasti siapa sahabat yang mendirikan Masjid ini.

2. Renovasi

Awalnya Masjid ini dibangun dengan batu dan hancur beberapa kali. Renovasi kedua dilakukan oleh Umar bin Abdul Aziz pada masa kekhalifahan Abbasiyah (tahun 155-159 H). Akhir abad 9H, masjid kembali di renovasi oleh Syamsuddin Qawan. Renovasi ketiga dilakukan pada masa kekhalifahan Utsmaniyah yang dipimpin Sultan Bayazid. Renovasi terakhir dilakukan pada pertengahan abad 14H oleh Sayyid Hasan Asy-Syarbatli.

Area Masjid diperluas dengan merobohkan bangunan Masjid lama. Kini Masjid Jum’ah Makkah dilengkapi beberapa fasilitas. Diantaranya, perpustakaan, mushola untuk wanita, asrama untuk imam dan muadsin serta madrasah menghafal Al-Quran.


Kini Masjid Jum’ah Makkah memiliki daya tamping 650 jamaah. Sebelumnya hanya dapat menampung kurang dari 70 jamaah.  Namun kondisi Masjid Jum’ah Madinah saat ini cukup memperihatinkan. Hanya sedikit kaum Muslimin atau Jamaah Haji dan Umrah yang mengetahui Masjid ini. Hal tersebut menjadikan Masjid ini jarang dikunjungi.

Jamaah umroh dan haji Syakira Wisata biro umroh dan haji di Kudus tentu saja tidak melewatkan momentum untuk melihat dan mempelajari Masjid Al Jum’ah Madinah. Bila anda berkunjung ke Madinah, jangan sampai melewatkan datang ke Masjid Istimewa umat muslim.