(0291) 291 2998 kudus@syakirawisata.com

Masjid Bir Ali merupakan sebuah  tempat untuk miqat atau yang biasa di sebut miqat zamani bagi penduduk Madinah yang akan berumroh.  Letaknya di perbatasan Tanah Haram atau 11 km dari Masjid Nabawi, Kota Madinah, Arab Saudi.

Jika kita melihatnya dari kejauhan. Bangunan ini nampak seperti benteng yang dilengkapi dengan mercusuar yang menjulang sangat tinggi. Posisinya di tepi jalan Madinah-Mekkah. Bangunan ini berdinding tinggi yang menghadap ke sebuah bukit yang dipisahkan oleh jalan bebas hambatan.

Masjid Bir Ali adalah bangunan yang cantik, bersih dan enak dipandang serta mententramkan jiwa. Itulah perasaan yang dirasakan para jamaah haji dan umrah ketika melihat dan masuk ke dalam Masjid Bir Ali.

Selain dijuluki dengan Masjid Al-Miqat, Masjid Bir Ali dikenal dengan sebutan Masjid As Syajarah atau yang berarti pohon. Sejarah nama tersebut didapat ketika nabi Muhammad SAW sedang duduk dibawah pohon  ketika akan menju ke makkah. Kemudian didekat pohon inilah, masjid dibangun dan nabi Muhammad SAW sholat didalamnya. Berikut kami berikan ulasan sejarah dan keunikan Masjid Bir Ali.

Sejarah dan Keunikan Masjid Bir Ali

Sejarah 

Dalam sejarah islam. Masjid Bir Ali didirikan didekat sebuah pohon yang dulu dijadikan tempat beristirahat Nabi Muhammad SAW. Pohon tersebut merupakan pohon sejenis akasia. Ketika itu Nabi menuju ke Mekkah untuk menunaikan ibadah umrah. Sekarangpun, setiap jamaah yanga akan melaksanakan ibadah umroh dari arah kota Madinnah Al-Munawarroh selalu berhenti sejenak di tempat yang penuh dengan keindahan ini.

Mereka akan mandi, melaksanakan shalat sunnah irham dua rakaat dan mengambil niat ihram. Para jamaah umroh mencontoh keteladanan Nabi Muhammad SAW. Masjid Bir Ali memiliki banyak nama. Disebut Bir Ali ,kata Bir yang berarti dengan banyak sumur karena pada jaman dahulu Syyaidina Ali bin Abi Thalib Ra menggali banyak sumur ditempat ini. Namun karena pembangunan dan perluasan masjid, sumur-sumur yang dibuat oleh Syyaidina Ali bin Abi Thalib Ra sudah tidak Nampak lagi.

Masjid ini diberi nama  Masjid Al Ihram atau Masjid Al Miqat. Karena dimasjid ini fungsinya sebagai tempat mengambil miqat bagi dan melaksanakan sholat sunnat ihram bagi umat islam yang akan menunaikan umrah. Beberapa orang menyebut Masjid ini dengan nama Masjid Dzul Hulaifah. Sebab letak Masjid berada di distrik Dzul Hulaifah.

Keunikan

Ketika memasuki Masjid Bir Ali kita akan menemukan 512 toilet dan 566 kamar mandi. Beberapa diantaranya dikhususkan untuk jamaah yang memiliki kekurangan tubuh (cacat fisik). Hal ini dilakukan untuk menampung banyaknya para jamaah yang ingin mandi di Masjid Bir Ali sebelum memakai pakaian ihram.

Meskipun memiliki banyak toilet dan kamar amndi, anda tidak usah khawatir. Karena di Masjid Bir Ali memiliki banyak petugas kebersihan yang menjamin kebersihan masjid. Maka tidak heran bila di toilet atau kamar mandi tidak sedikitpun tercium bau tidak enak. Dari daun pintu dan kartpet semuanya berbau wangi.

Sebenarnya mandi sunnat ihram dapat dilakukan di hotel ketika para jamaah di kota Madinah. Namun banyak jamaah yang memilih mandi di Masjid Bir Ali agar dapat mencontoh Nabi Muhammad SAW.

Masjid yang terletak di antara jalan raya antara Madinah dan Makkah ini memang menawarkan kesejukan bagi mata. Banyak pohon-pohon rindang yang terawat, pohon-pohon kurman dan sejenisnya berada di sepanjang jalur indah dari batu granit. Bahkan tidak sedikit kios-kios kecil berjejeran didekat lapangan parkir menjual kain ihram dan sovenir khas tanah suci.

Bila anda jamaah haji maupun umroh dari biro umroh jepara, kudus, pati dan sekitarnya yang sedang berada di Kota Suci Madinah, maka jangan sampai melewatkan kesempatan untuk mengunjungi dan memahami Sejarah dan Keunikan Masjid Bir Ali