(0291) 291 2998 kudus@syakirawisata.com

Dari tahun ke tahun animo mansyarakat mengurus paspor untuk menjadi calon jamaah umroh dan haji kian meningkat. Akan tetapi dengan kuota haji reguler yang terbatas pastinya para jamaah harus rela bersabar. Banyak dari umat muslim di Indonesia yang memilih melaksanakan ibadah umroh terlebih dahulu. Mereka pun berbondong – bondong mendaftarkan diri ke biro umroh.

 

Trend perjalanan umroh pun menjadi suatu fenomena tersendiri. Bak gayung bersambut, kesempatan inipun banyak dimanfaatkan oleh biro umroh. Ratusan biro umroh baik yang telah berizin maupun yang belum memiliki izin dari Kementrian Agama pun ramai – ramai menawarkan paket umroh. Dibalik fenomena ini, terselip keinginan beberapa calon tenaga kerja yang ingin bekerja di Arab Saudi dengan memanfaatkan paspor dan visa umroh, yang notabene mereka bekerja tidak sesuai prosedur (illegal).

Sebagai imbasnya mereka yang ingin menikmati perjalanan umroh atau haji khusus, kini muncul peraturan terbaru untuk pengurusan paspor. Aturan terbaru ini mensyaratkan rekomendasi dari kantor Kementrian Agama setempat untuk mengurus paspor umroh maupun haji khusus.

Hal ini ditujukan untuk menekan pelanggararan tenaga kerja yang ingin bekerja di Arab Saudi secara illegal. Pelanggaran dengan memanfaatkan paspor dan visa umroh untuk bekerja ini banyak ditemukan. Hal ini mengingat Indonesia masih memberlakukan moratorium atau penghentian sementara TKI dengan tujuan Saudi Arabia, utamanya di sektor non-formal

Untuk mendapatkan rekomendasi ini, setelah Anda resmi mendaftarkan diri pada biro umroh, maka Anda akan mendapatkan surat rekomendasi dari BIRO UMROH MURAH DI KUDUS yang ditujukan kepada Kantor Kementrian Agama di Kabupaten Kudus. Selanjutnya Kantor Kementrian Agama di Kabupaten Kudus akan mengeluarkan Rekomendasi yang ditujukan kepada kantor Imigrasi setempat.

Saat ini jika Anda ingin mengurus pembuatan paspor di Kantor Imigrasi, maka terlebih dahulu Anda harus memperoleh rekomendasi dari Kantor Kemenag Kota/ Kabupaten. Peraturan mengenai rekomendasi ini merupakan syarat tambahan yang diminta oleh pihak imigrasi. Tak perlu khawatir karena kantor Kemenag di Kabupaten Kudus sudah siap memberikan rekomendasi bagi para calon jamaah.

Akan tetapi perlu diperhatikan pula bahwa pemberian rekomendasi ini hanya diperuntukkan bagi calon jamah yang akan berangkat dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) yang telah resmi terdaftar di Kementerian Agama. Apabila biro umroh tersebut belum terdaftar di Kementrian Agama, maka pihak Kementrian Agama tidak akan mengeluarkan rekomendasi tersebut

Adanya peraturan terbaru mengenai rekomendasi ini merupakan salah satu keputusan yang dihasilkan dari pertemuan lintas Kementerian dengan Instansi yang dilakukan di Kantor Kemenkunham serta Kementerian Ketenagakerjaan. Dalam pertemuan tersebut membahas tenaga kerja Indonesia yang pada kenyataannya bekerja tidak sesuai dengan prosedur. Akibatnya menimbulkan dampak yang kurang bagus bagi TKI dan keluarganya. Oleh karena itu muncul lah peraturan mengenai rekomendasi dalam pembuatan paspor bagi calon jamaah yang akan melaksanakan ibadah ke Tanah Suci.

Calon jamaah harus mengajukan rekomendasi atau bisa diwakilkan oeh PIHK/ PPIU namun harus dengan surat kuasa dari calon jamaah. Selanjutnya rekomendasi akan ditandatangani serta dikeluarkan oleh pejabat yang memiliki kewenangan dalam Kemenag Kota/Kabupaten.Kantor Kemenag tersebut akan membuat rekap data calon jamaah yang akan dibuatkan rekomendasi untuk selanjutnya disampaikan kepada Kanwil Kemenag Provinsi serta dilanjutkan lagi ke Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh.

Dengan adanya peraturan terbaru tersebut sebaiknya para calon jamaah khusus sebaiknya menanyakan secara lebih jelas seputar fasilitas umroh yang ditawarkan oleh pihak biro perjalanan. Hal ini nantinya akan memudahkan pengurusan paspor agar sesuai dengan peraturan terbaru yang telah ditetapkan sehingga perjalanan ibadah Anda akan aman dan lancar dan jangan lupa mempersiapkan diri untuk tata cara umroh yang akan dijalankan selama di tanah suci.