(0291) 291 2998 kudus@syakirawisata.com

Kota Madinah adalah kota yang selalu menarik di kunjungi dan banyak di ziarahi oleh kaum muslim. Pada kota Madinah terdapat Masjid Nabawi yang memiliki pahala dan keutamaan muslim. Tak heran jika para pengembang hotel berebut mendapatkan rezeki dari kunjungan umat muslim yang berkunjung ke Madinah.

hotel milik utsman madinah

Diantara penginapan yang ada di Madinah yang berbintang lima adalah hotel Utsman bin Affan di Madinah yang kisahnya hotel ini waqaf abadi utsman bin Affan di Madinah. Para jamah mungkin memendam pertanyaaan apakah masih ada hotel utsman bin affan di makkah? Berikut pembahasannya yang telah kami sajikan.

Masih Ada Hotel Utsman Bin Affan Di Madinah Sampai Saat Ini

Masih ada Hotel utsman bin Affan di Madinah yang kini hotel tersebut dioperasikan oleh Sheraton, salah satu dari hotel bertaraf internasional. Dengan pengelola hotel ternama, hotel Utsman bin Affan diprediksi bisa mencetak pendapatan lebih yang tinggi dibandingkan hotel lain.

Konon kisahnya, ada kebaikan sahabat Rasulullah SAW, pada pembangunan hotel Utsman bin Affan. Hotel itu dibangun dari tabungan Sayyidina Utsman bin Affan RA yang telah berusia lebih dari 1.400 tahun. Kisah itu berawal saat umat muslim mengikuti HIJRAH RASULULLAH KE MADINAH, air jernih menjadi salah satu kebutuhan yang sangat sulit untuk diperoleh. Apalagi para kaum muslim saat itu terbiasa minum dengan air Zam zam di Mekkah.

hotel milik utsman madinah sumur

Sebenarnya bukan masalah air yang sulit ditemukan, tetapi persoalan utama saat itu karena pemilik sumur dengan air melimpah itu justru di kuasai seorang Yahudi. Sumur yang kaya akan sumber air sekaligus terbesar di Madinah hanyalah milik Biru Rumah, seorang Yahudi.

Kisah Utsman dan Pemilik Sumur

Mendapatkan laporan bahwa sumur telah dimiliki orang Yahudi dari umatnya, Nabi besar Muhammad SAW lantas memberikan penawaran kepada sang pemilik sumur. Sebagai ganti sumur tersebut, Rasulullah menawarkan kebun yang luas untuk gantinya. Tetapi sang pemilik sumur menolak dan mengatakan dapat menerima tetapi dengan uang. Sang pemilik sumur memang terkenal oportunis dan tak mau berbagi air di sumur miliknya. Selain dengan cara jual beli. Mengetahui peristiwa itu, Sayyidina Utsman bin Affan RA lantas mendatangi sang pemilik sumur dan mengatakan akan membeli sumur tersebut.

Waqaf Abadi Utsman Bin Affan Di Madinah

Pemilik sumurpun menolak, dia menawarkan Utsman membeli setengah air di sumur itu atau menyewa sumur miliknya. Utsman lantas membeli setengah air sumur tersebut. Pembagian yang dimaksud dengan kata `setengah` adalah di mana pemilik sumur dan Utsman bergantian mengkonsumsi air sumur 2 hari sekali, hari ini Utsman dan besoknya pemilik sumur, dan begitu seterusnya.

hotel milik utsman madinah kebun kurma

Lalu Sayyidina Utsman bin Affan mewakafkan dengan cara menggratiskan air sumur itu sesuai jatah harinya untuk keperluan kaum muslim. Inilah peristiwa yang menjadikan waqaf abadi Utsman bin Affan di Madinah. Para penduduk Madinah tentu saja enggan membeli kepada si Yahudi. Mereka lebih memilih menunggu keesokan hari nya saat jatah penggunaan air sumur itu di operasikan oleh Utsman bin Affan. Dengan semakin bertambahnya warga Muslim di Kota Madinah, maka keperluan akan air bersih juga kian meningkat.

Karena rugi sang Yahudi pun menjualnya. Sayyidina Utsman juga yang akhirnya melakukan pembelian ‘sisa’ air sumur Rumah dengan harga borongan 20.000 dirham (sekitar Rp.7 Milyar). Meskipun dibeli dengan harga yang tidak bisa dikatakan murah, namun berkat keimanan Beliau yang kuat, Sayyidina Utsman pun mewakafkannya keseluruhan air dan sumur guna kepentingan kaum Muslimin.

Singkat cerita, pada waktu berikutnya, wakaf Sayyidina Utsman bin Affan RA terus berkembang. Bermula dari sumur terus melebar menjadi hal yang lebih produktif dengan keberadaan kebun nan luas. Kebun wakaf Sayyidina Utsman bin Affan RA diasuh dengan baik semasa pemerintahan Daulah Sayyidina Utsman bin Affan RAiyah (Turki Sayyidina Utsman bin Affan RA). Setelah Kerajaan Saudi Arabia berdiri, perawatan berlangsung semakin baik.

hotel milik utsman madinah masjid utsman

Saat ini Rekening atas nama Sayyidina Utsman bin Affan RA itu dikelola oleh Negara melalui Kementerian Wakaf setempat. Dengan begitu ‘kekayaan’ Sayyidina Utsman bin Affan RA bin Affan yang tersimpan di bank terus bertambah.  Pengelolaan pendapatan tersebut bakal tetap sama. Separuhnya diberikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Sedang separuhnya lagi ditabung di ‘rekening’ Sayyidina Utsman bin Affan RA bin Affan.

Rekening atas nama Utsman bin Affan

Kerajaan Saudi Arab Makkah, melalui Kementerian Pertanian, mengelola hasil kebun hasil wakaf Utsman tersebut. Uang yang didapat dari panen kurma dibagi dua; setengahnya dibagikan untu anak-anak yatim dan fakir miskin. Sedang separuhnya disimpan di sebuah bank dengan rekening atas nama Utsman bin Affan. 

Rekening atas nama Utsman tersebut dipegang oleh Kementerian Wakaf. Dengan begitu, kekayaan Utsman bin Affan yang tersimpan di bank terus bertambah. Sampai akhirnya bisa digunakan untuk membeli sebidang tanah yang ada di kawasan Markaziyah yang merupakam area eksklusif dekat Masjid Nabawi.

Di atas area tanah yang dibeli dari hasil wakaf tersebut, sekarang telah berdiri megah suatu hotel berbintang lima dengan dana masih dari ‘rekening’ milik Sayyidina Utsman bin Affan RA. Dan untuk menghormati, maka Hotel Mewah Bintang Lima Ini diberi nama Hotel Utsman Bin Affan

Uniknya, tanah yang dipakai untuk mendirikan hotel tersebut terdaftar pada Dinas Tata Kota Madinah atas nama Sayyidina Utsman bin Affan RA bin Affan. Pembangunan hotel tersebut sekarang sudah masuk etape akhir.  Bangunan dengan 210 kamar siap sewa dan 30 kamar eksklusif yang siap menyambut semua jamaah umroh dan Haji di Madinah. Hotel tersebut berdiri gagah setinggi 15 lantai dengan 24 kamar di masing-masing lantai. Hotel yang berdiri di samping Masjid Utsman bin Affan (Usman bin Affan) tersebut dilengkapi dua restoran besar, 6 unit perbelanjaan, dan semua jasa hotel yang membuatnya menjadi hotel bintang lima.

Kabarnya, sekarang hotel itu dioperasikan oleh Sheraton, di antara hotel bertaraf internasional. Dengan pengelola hotel ternama itu, hotel Utsman bin Affan ditebak dapat mencetak penghasilan lebih tinggi dikomparasikan penginapan lain. Melalui kontrak ekslusuf sewa ini, income tahunan yang diduga akan diraih menjangkau lebih 50 juta Riyal (lebih Rp. 150 Milyar).
Masya Allah, saudaraku, itulah ‘transaksi’ Sayyidina Utsman bin Affan RA dengan Allah. Sebuah perniagaan di jalan Allah dan guna Allah telah dilangsungkan selama lebih 1400 tahun. Berapa ‘keuntungan’ pahala yang terus mengalir deras kedalam pundi-pundi kebajikan Sayyidina Utsman bin Affan RA bin Affan di sisi Allah SWT.

makam sayyidina utsman madinah

Sebuah hikmah yang dapat dipetik dari cerita diatas alangkah baik jika wakaf yang dikelola secara disiplin oleh pihak pengelola wakaf (pemerintah Arab Saudi),tidak merubah wakaf seseorang meskipun pewakaf telah meninggal ribuan tahun sebelumnya. Bahkan hasil dari tanah wakaf tersebut pun tetap dipakai sesuai peruntukannya dan tetap atas nama pewakaf.

Wakaf yang semula diperuntukkan untuk sumber air minum kini telah dikelola dengan baik dan menjadi hal yang produktif. Selain hasilnya dinikmati oleh mereka yang berhak, pendirian hotel ini pun sedikit banyak membantu para jamaah haji dan umroh yang memerlukan penginapan yang nyaman di dekat Masjid Nabawi. Hotel Mewah Bintang Lima Ini dibangun dari Dana Milik Utsman Bin Affan