(0291) 291 2998 kudus@syakirawisata.com

Bulan Dzulhijah dalam kalender Muslim disebut juga bulan haji di Indonesia. Pasar Zakfariyah Mekkah adalah salah satu tempat belanja oleh- oleh favorit jamaah haji asal Negara dengan pemeluk agama Islam terbesar dunia ini yaitu Negara kita Indonesia.

Sudah tradisi jika orang yang berhaji maupun umroh selalu membawa oleh- oleh saat kembali ke tanah asal. Hal yang paling umum dibawa adalah air zam- zam, kurma, kismis, tasbih, sajadah, Al- Qur’an, minyak wangi dan masih banyak lagi. Ketika Hari Raya Idul Adha atau Idul Kurban yang sering disebut Lebaran Haji adalah punjak haji. Para jamaah hajipun akan bersiap- siap meninggalkan tanah suci.

Dengan meninggalkan Arab Saudi yang berarti kembali ke tanah air. Kebanyakan jamaah haji terutama kaum hawa akan berburu oleh- oleh untuk sanak saudara atau sekedar untuk kenang- kenangan di pajang di rumah.

Pasar Zakfariah Mekkah

Pasar Zakfariah atau sering disebut Pasar Borong letaknya kurang lebih satu kilometer dari Masjidil Haram, Kota Mekkah Arab Saudi. Di pasar ini termasuk pasar tradisional yang didalamnya menjual aneka keperluan ibadah dan oleh – oleh seperti Al- Qur’an, sajadah, tasbih, dll. Tidak hanya menyediakan keperluan ibadah, salah satu pasar yang ramai dikunjungi para jamaah haji ini juga menyediakan perhiasan emas, jam tangan serta barang- barang elektronik seperti handphone.

Kebanyakan pedagang disana dapat berbahasa Indonesia walaupun tetap dengan logat Negara asal mereka. Karena jamaah haji asal Indonesia merupakan jamaah terbesar yang terkenal royal dalam membeli oleh- oleh. Inilah yang menjadikan mereka bisa berbahasa Indonesia.

Pasar ini layaknya pasar biasa di Indonesia. hampir seperti Pasar Tanah Abang atau Pasar Jatinegara di Jakarta hanya saja ukurannya yang lebih kecil. Namun ketika tepat waktu sholat, lapak mereka ditutup. Kemudian mereka menggelar karpet di lorong- lorong jalan pasar tersebut untuk alas sholat, menakjubkan bukan?

Tempat Belanja Oleh- Oleh Favorit Jamaah Haji Indonesia

Seperti sebutan dari Pasar Zakfariah di atas tadi yakni Pasar Borong, karena kebanyakan jamaah haji dan umroh yang berbelanja di sana memborong belanjaan.

Di pasar tersebut banyak dijumpai bermacam- macam oleh-oleh baik khas Tanah Suci. Seperti jilbab, sajadah, ghutra (kain penutup kepala), pashmina, pakaian muslim, tasbih. kurma, kacang arab, kismis yang merupakan makanan khas Arab dan lainnya. Namun sebagian besar barang-barang tersebut adalah barang impor seperti Tiongkok, India, Pakistan dan Turki.

Walaupun harga barang yang dijual di pasar ini termasuk murah, namun menawar harga sangat diperlukan apalagi untuk jamaah yang akan membeli barang borongan.  Jika yang ditawarkan 10 Riyal jamaah bisa menawar sekitar 5 Riyal. Disebut sebagai tempat belanja oleh- oleh favorit jamaah Indonesia. Hal tersebut dikarenakan hampir ke manapun pergi akan ditemui jamaah asal Indonesia. Karena Masjidil Haram sedang dilakukan perluasan Pasar Zakfariah juga disebut pengganti “Pasar Seng”.

Karena jarak Pasar Zakfariah yang hanya 1 kilometer tersebut maka bisa ditempuh dengan jalan kaki hanya sekitar 30 menit. Taksi atau hampir mirip angkot karena ongkosnya ditarif per penumpang, juga tersedia bagi mereka yang capek berjalan kaki. Hanya sekitar 2 Riyal per orang tarif kendaraan tersebut dari pasar menuju Masjidil Haram 

Meskipun harga di Pasar Zakfariah ini tidak jauh berbeda dengan pasar- pasar lai di Mekkah, namun barang yang dijual sangat beraneka ragam sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah Indonesia.