(0291) 291 2998 kudus@syakirawisata.com

Pada saat melaksanakan  ibadah haji atau umroh, maka diwajibkan untuk melaksanakan thawaf atau mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Hitungan putaran thawaf dimulai di hajar aswad, dan berakhir di hajar aswad secara tertib. Hal lain yang menyita perhatian selain pesona Ka’bah yang begitu megah adalah adanya batu hitam atau sering disebut sebagai hajar aswad.

Keberadaan hajar aswad sering menjadi pusat perhatian pada jamaah umroh yang sedang menjalankan thawaf dan tata cara umroh mengelilingi Ka’bah. Bahkan tak jarang banyak jamaah yang rela berdesakan agar bisa mendekat dengan hajar aswad ini. Dibalik pesonanya ini terdapat cerita asal usul hajar aswad yang perlu untuk Anda ketahui.

Cerita asal usul hajar aswad ini dimulai pada zaman Nabi Ibrahim AS bersama dengan putranya Nabi Ismail AS dimana pada masa itu Nabi Ibrahim dan putranya sedang membangun Ka’bah namun terdapat banyak kekurangan dalam material pembuatan nya.

Kekurangan tersebut diantaranya belum ada atap dan pintu masuk Ka’bah hingga akhirnya Nabi Ibrahim bersama dengan putranya mengangkut bebatuan dari gunung. Setelah pembangunan Ka’bah selesai dilakukan, namun Nabi Ibrahim masih merasa ada kekurangan satu batu yang harus diletakkan di Ka’bah.

Hingga akhirnya Nabi Ismail mencari sebuah batu yang diletakkan sebagai penanda. Untuk mencari batu tersebut, Nabi Ismail harus pergi dari bukit ke bukit untuk menemukan batu yang sesuai. Tiba-tiba pada suatu bukit, Nabi Ismail bertemu dengan Malaikat Jibril kemudian Malaikat Jibril memberinya sebuah batu yang begitu cantik. Kemudian batu tersebut dibawa kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Ibrahim sangat gembira hingga menciumi batu tersebut berkali-kali. Sebuah Riwayat menjelaskan keajaiban Hajar Aswad atau batu hitam ini. Rasulullah SAW bersabda:

Pada saat menciumi batu itulah Nabi Ismail juga mengikuti Nabi Ibrahim. Hingga saat ini hajar aswad diciumi oleh para jamaah yang berada di Ka’bah. Dalam tata cara umroh yang disunnahkan para jamaah untuk bertawaf sambil mencium hajar aswad. Akan tetapi jika jamaah tak bisa mencium hajar aswad bisa hanya dengan memberikan melambaikan tangan (istilam) ke hajar aswad.

Hajar aswad merupakan tempat yang diperkenankan untuk memanjatkan doa akan tetapi jangan sampai hal tersebut justru menjadi perbuatan yang menyekutukan Allah karena hajar aswad hanyalah sebuah batu. Oleh karena itu, saat mencium hajar aswad para jamaah diminta untuk selalu menjaga hati agar tak menjadi perbuatan yang sesat karena tipu daya syaitan selama berada di tanah suci.

Umat Islam menghormati Hajar Aswad juga karena penghormatan Rasulullah untuknya. Bukan karena menyembah Hajar Aswad. Sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Umar bin Al-Khatab ketika mencium Al-Hajar Al-Aswad :

Bagi Anda yang ingin merasakan thawaf dan mencium hajar aswad, bersegeralah  mendaftarkan diri pada Paket Umroh Murah di Kudus yang menyediakan beberapa fasilitas umroh yang sesuai dengan kebutuhan. Agar ibadah Anda semakin hemat dan nyaman selama berada di tanah suci.