(0291) 291 2998 kudus@syakirawisata.com

Seringkali orang bertanya apa penyebab Makkah disebut Tanah Haram, apa maksudnya dan apa bedanya dengan kota-kota lain di Arab Saudi. Makkah adalah tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain itu, Makkah juga merupakan tempat yang paling penting bagi umat Islam karena merupakan kiblat dalam beribadah, dan tempat pelaksanaan ritual haji atau umrah. Kota Makkah dan Madinah disebut juga sebagai Tanah Haram.

Makna Kata Haram

Kata haram berasal dari kata haruma– yahrumu yang artinya terlarang, terlarang untuk dilakukan atau dari kata al-ihtiram, yang artinya kehormatan. Maksudnya sesuatu yang terlarang, jika dilakukan berarti merusak kehormatan, kehormatan yang melanggar maupun kehormatan yang melarang.

Hadist Nabi SAW Tentang Tanah Haram

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya

 “Sesungguhnya kota ini ( Makkah), Allah telah memuliakannya pada hari penciptaan langit dan bumi. Ia (Makkah) haram dengan kemuliaan yang Allah berikan, sampai hari kiamat. Belum pernah Allah halalkan (umat) sebelumku berperang di dalamnya. Dan Allah tidak halalkan bagiku untuk memerangi penduduknya, kecuali beberapa saat di waktu siang (ketika Fathu Mekah). tidak boleh mematahkan ranting pohonnya, tidak boleh diburu hewannya, tidak boleh diambil barang hilangnya kecuali untuk di umumkan, dan tidak boleh dicabut rerumputan hijaunya.” (HR. Bukhari  3189 & Muslim 3289)

Dalam sebuah hadist dari Ibnu Abbas ra. tersebut, Nabi SAW menyebutkan rahasia penamaan kota Makkah dengan Tanah Haram serta menyebutkan beberapa hal yang dilarang dilakukan di Tanah Haram.

Alasan Mengapa Makkah disebut Tanah Haram

Makkah disebut Tanah Haram, karena ada banyak aturan yang tidak boleh dilanggar di wilayah itu, jika melanggar maka wajib membayar gantinya atau dam.  Sehingga terdapatlah rasa aman di dalamnya, bahkan rasa aman ini juga dimiliki pepohonan, tumbuhan dan hewan.

Dari sekian banyak ilmu Allah yang Maha Mengetahui, berikut kami rangkum 12 alasan dalam rangka menjaga kesucian syariat dan kehormatannya. Terdapat beberapa hukum yang membedakannya kota suci Makkah dengan daerah lain yaitu:

  1. Allah memberikan pahala amal kebaikan di dalamnya lebih utama dari pahala amalan di tempat lain.
  2. Diharamkan membunuh binatang buruan di daerah ini, kecuali binatang tersebut merupakan binatang yang membahayakan dan biasanya akan menyerang manusia.
  3. Haram melakukan pembunuhan yang bukan atas tuntutan syara’ (bukan karena alasan yang hak)
  4. Haram menggali dan menguburkan orang musyrik dalam Tanah Haram.
  5. Di haramkan memotong tanaman yang masih hidup yang tumbuh sendiri bukan ditanam oleh manusia. Misalnya pohon shis, duri dan ‘ausaj. Hukum ini dikecualikan jika tindakan tersebut perlu, misalnya memotong pohon izkhir.
  6. Kerikil maupun tanah dari wilayah Tanah Haram makruh dibawa keluar dari tanah haram.
  7. Orang kafir tidak diizinkan untuk memasuki tanah haram baik untuk menetap atau hanya sekedar untuk lewat saja (jumhur ulama).
  8. Di haramkan mengambil sesuatu yang terjatuh atau tercecer yang tidak diketahui pemiliknya. Kecuali, diambil oleh orang yang ingin mengumumkan tentang siapa yang kehilangan atas barang tersebut.
  9. Sebagai tempat penyembelihan dam dan denda dalam ibadah haji serta penyembelihan binatang hadyu.
  10. Seorang yang bernazar untuk ke sana maka dia wajib menunaikannya dengan cara haji atau umrah.
  11. Ketika seseorang bernazar untuk menyembelih binatang qurban di Makkah maka dia wajib melakukan nazarnya.
  12. Jika seseorang itu merupakan penduduk Tanah Haram dan mengerjakan haji secara Qiran atau Tamattu’ maka dia tidak wajib membayar dam/ denda.

Itulah beberapa alasan mengapa Makkah disebut sebagai Tanah Haram

( wallahu’alambishowab)